Chargeback Handling Framework & Payment Risk Controls
Terakhir diperbarui: 21 September 2026
Halaman ini memperjelas kerangka penanganan chargeback, reversals, pemulihan dana, pembuktian, dan pembagian kewajiban antara pembeli, seller, mitra pembayaran, dan platform.
1. Definisi Operasional#
Chargeback adalah pembalikan dana atau pembatalan pembayaran yang diproses melalui kanal pembayaran, issuer, acquirer, bank, atau mitra lain yang berwenang. Istilah ini juga mencakup:
- Reversal: pembatalan transaksi oleh bank/issuer.
- Retrieval request: permintaan dokumentasi sebelum chargeback formal.
- Unauthorized transaction claim: klaim pembeli bahwa transaksi itu tidak pernah ia lakukan.
- Mekanisme sejenis yang memengaruhi validitas pembayaran.
2. Kewajiban Seller dalam Sengketa Pembayaran#
Seller wajib memberikan bukti pendukung secara lengkap dan tepat waktu ketika terjadi dispute atau chargeback, termasuk:
- Rincian pesanan beserta bukti pembayarannya.
- Bukti pengiriman (resi, tracking, AWB).
- Bukti penerimaan (foto, signature, atau konfirmasi pembeli).
- Log komunikasi (chat di platform, email resmi).
- Metadata fulfillment (waktu pengemasan, pickup).
- Dokumen lain yang diminta untuk membela transaksi.
3. Hak Zarfix untuk Menahan Dana#
Sepanjang masih berlangsung proses dispute, chargeback, retrieval request, atau investigasi fraud, Zarfix berhak:
- Menahan dana transaksi terkait.
- Menunda settlement.
- Melakukan reserve tambahan.
- Mengurangi payout seller untuk melindungi posisi transaksi dan menghindari kerugian berantai.
4. Alokasi Kerugian#
Dalam batas yang diperkenankan hukum dan kontrak dengan mitra pembayaran, kerugian chargeback, biaya penanganan, penalti, atau biaya jaringan pembayaran dapat dialokasikan kepada seller apabila sengketa timbul dari:
- Data produk yang menyesatkan.
- Fulfillment yang gagal (tidak sampai, salah barang, rusak).
- Fraud seller.
- Pelanggaran kebijakan seller.
Apabila sengketa timbul dari fraud pembeli atau kegagalan sistem mitra pembayaran, alokasi kerugian akan diatur sesuai kontrak dengan kanal pembayaran terkait.
5. Repeated Chargeback Ratio#
Tingkat chargeback yang berulang atau melampaui ambang internal Zarfix dapat menyebabkan seller masuk:
- Pengawasan khusus.
- Kewajiban reserve lebih tinggi.
- Pembatasan atas produk tertentu.
- Penahanan dana yang lebih lama pada pesanan berikutnya.
- Penghentian toko apabila tidak ada perbaikan.
6. Keputusan Akhir#
Keputusan administratif Zarfix dalam rangka penanganan chargeback didasarkan pada:
- Bukti transaksi yang diserahkan kedua belah pihak.
- Data sistem (log, timestamp, status pengiriman).
- Hasil koordinasi dengan mitra pembayaran.
- Kebijakan risiko internal.
Keputusan tersebut dibuat untuk tujuan operasional dan tidak menghapus hak pihak terkait menempuh jalur hukum yang tersedia.
7. Pencegahan Chargeback#
Praktik terbaik untuk mencegah chargeback:
- Cantumkan deskripsi produk yang akurat dan foto yang jujur.
- Tekan Kirim begitu barang selesai dikemas, supaya resi terbit dan perjalanan paket terekam sejak awal.
- Respons chat pembeli dengan cepat, terutama pre-purchase.
- Simpan dokumentasi pengiriman (foto paket, video unboxing kalau ada).
- Tangani komplain di kanal Zarfix dulu sebelum eskalasi ke chargeback.